YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Kamis, 16 April 2015

Cinta Sejati? Itu Keluarga

Bukan. ini bukan tentang pasangan kekasih, bukan tentang patah hati. Ini tentang cinta yang tak akan pernah pergi. Tentang hati yang ditumbuhi dari lahir karena memiliki aliran darah yang sehati.

"Jika kamu mencari cinta yang lain? Pergilah hingga keujung dunia. Jika ingin mencari cinta yang hakiki? Pulanglah. Disitu tempatmu merasa paling dicintai."



Banyak orang yang berkata, aku tidak peduli dengan keadaan keluargaku. Terpisah. Jauh dari jangauan mata. Aku akui aku sering melupakan mereka. Karena terlalu mencari arti hidup sebenarnya. Aku sering lupa, karena mencari cinta yang membuatku aman tanpa terbeban.

Aku tahu, banyak keterbatasan yang dimiliki keluargaku. Banyak kekurangan yang dimiliki kami, hal ini juga yang membuatku sering merasa tidak dimengerti. Kurang komunikasi dan kurang memahami satu sama lain. Tetapi, hanya satu keinginanku dari awal aku memasuki Bali, seperti harapanku yang masih ada sampai saat ini. Aku ingin kembali untuk keluargaku. Kembali dan membahagiakan mereka.

Aku tahu aku salah, kurang fokus, banyak cemas dan putus asanya. Banyak bingung, banyak menyepelekannya. Aku hanya ingin bahagia, tapi sering aku lupa banyak yang berusaha membahagiakanku di sana.

Aku sayang keluargaku, dengan cara yang salah. Mendoakan saja bukan jalannya. Aku sudah terlampau menjauhi diri. Aku sudah terlalu jauh dan tidak terpahami. Terlebih, ku meninggalkan kecemasan di dalam diri Ayahku karena diriku yang pergi.

Maaf Pa, aku banyak diammnya. Aku lama perginya. Aku tidak bisa banyak berjanji. Aku tahu kamu lelah aku janjikan ini dan begini. Aku hanya bisa berharap kau mendoakanku disini. Buatlah doa tulusmu membuatku bisa fokus menata diri.Agar aku bisa kembali. Dimanapun nanti aku tidak pedui. Mungkin nanti aku banyak membuatmu kesal sendiri. Aku masih mencari ati diri. Bukan alasan, ini memang yang teradi, fase menilai diri sendiri.

Yang kau harus tau, Pa. Walaupun semua orang pergi, jika kau ingin aku datang untukmu. Aku akan datang. kapanpun kau membutuhkanku. jika kau ingin bercerita. Ceritakanlah, aku hanya masih bisa jadi pendengar, bukan memberikan solusi. Maaf belum bisa membahagiakanmu. terlalu banyak usahamu ntuk anakmu yang nakal ini.

Maaf Pa, aku hanya sering membuatmu sakit hati. Diammu membuatku bingung sendiri. Pertanyaanmu sering membuatku beban dan menjauh pergi. Aku cinta padamu. Jika kamu masih belum percaya dengan kata-kata. Lihat setelah hari ini, akan kubuktikan dengan peristiwa.

Semoga Tuhan mendengrkan doa kecilku. Jika Mama belum bisa kubahagiakan, aku ingin membahagiakanmu, dan orang-orang yang membuatmu bahagia. Apapun pilihanmu tentang hidupmu, asal kau selalu ada untuk mendukungku, aku akan bahagia.

Salam untuk kebahagiaanmu. Semangat untuk hiupmu. Aku akan mencintaimu sampai nanti. Mungkin Tuhan masih menuntutku dengan kecemasan diri sendiri. Maaf. Semoga nanti, kita bisa bertemu secepatnya. Secepat-cepatnya.

Aamiin.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar